Ayam Bawang vs Dory Steam

Saya hampir tidak submit tantangan blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Mei. Meski sudah berencana menulis resep ayam bawang sejak awal bulan, ternyata wacana terus tertunda akibat banyak hal: ingin mencantumkan foto makanan yang proper, persiapan menuju idul fitri, menyapih anak-anak, PR mengubah pola makan untuk suami, dan yang ter-hadeuh… saya mulai subscribe netflix 😂.

Sampai sekarang, saya belum menangkap hasil masakan andalan melalui lensa kamera dengan cantik. Padahal sudah berkali-kali resep ini saya sajikan di meja makan. Selain karena anak-anak dan suami suka, skill saya di dapur memang masih pemula. Ketika menikah, saya belum pernah memasak selain telur goreng, mi instan, dan bala-bala. Pertama saya masak untuk suami di dapur bersama kost, saya telepon Ibu untuk konsultasi resep ayam goreng ungkep dan tumis pakcoy. Ahaha.

Untungnya, ketidaklihaian saya di dapur (dan beres-beres rumah) sudah pernah kami diskusikan sebelum menikah. Suami mengambil pendapat bahwa memasak dan membersihkan rumah itu seharusnya tugas suami (memberi nafkah makanan sampai bisa dimakan keluarga, bukan hanya uang saja; memberi nafkah tempat tinggal dan pakaian yang bersih, layak setiap akan dipakai). Tapi ketika suami sibuk dengan pekerjaan, maka tugasnya didelegasikan atau dikerjakan bersama. Plus suami senang kalau saya sering memasak, jadi lebih baik belajar pelan-pelan. Loh, saya sedang bahas apa ini, kok melebar? Ehehe.

Anyway, resep pertama adalah comfort food keluarga kecil saya sekaligus anti GTM anak-anak. Ditemukan oleh Ibu yang tadinya asal campur untuk bumbu ungkep ayam, lalu ternyata lebih enak tanpa digoreng dan dimodifikasi menjadi lebih sempurna.

Ayam Bawang (bukan ind*mie)

Bahan:

  • Ayam 1 kg (lebih enak bagian paha & sayap)
  • Mentega 3 sdm
  • Minyak 3 sdm
  • Bawang bombay 1 butir besar
  • Bawang putih 8 siung
  • Garam, merica secukupnya
  • Air secukupnya

Langkah memasak:

  1. Cincang bawang bombay dan bawang putih (cukup iris besar jika senang sajian dengan potongan bawang dan ingin mengusir vampir).
  2. Panaskan mentega dan minyak dengan api besar, sebesar asmara kita.
  3. Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum. Jangan lupa seka air mata yang menetes setelah mengiris bawang sambil teringat kenangan yang sudah lalu.
  4. Masukkan ayam, goreng sambil dibolak-balik dan warna ayam menguning. Tidak perlu cek kadar bilirubin, nanti keburu gosong.
  5. Tambahkan air sampai ayam setengah terendam (jangan terlalu banyak). Masak hingga air mendidih.
  6. Setelah mendidih, kecilkan api. Tes rasa. Tambahkan garam jika kurang asin, merica jika kurang pedas, luangkan waktu bercengkerama dengannya jika terasa kurang warna dalam hubungan kita.
  7. Masak dengan api kecil sekitar 20 menit, sampai ayam matang dan air agak menyusut.
  8. Sajikan dengan nasi hangat. Siram kuah bumbu di atas nasi untuk menambah rasa gurih. Menu yang mudah, bukan?
  9. Jangan lupa berolahraga untuk membuang lemak jahat yang terkandung di dalamnya. 😘😁

Menu berikutnya adalah andalan setelah muncul tugas bagi saya untuk memasak lebih sehat dan menghindari lemak. Bisa dipakai untuk berbagai jenis ikan, tinggal disesuaikan waktu memasak dan kebutuhan marinasi.

Dory Steam

Bahan:

  • Ikan dori filet 500 gr
  • Minyak wijen +- 2 sdm
  • Kecap asin +- 2 sdm
  • Daun bawang 2 tangkai
  • Garam secukupnya

Langkah memasak:

  1. Campurkan minyak wijen, kecap asin, dan garam sebagai bumbu (sesuaikan takaran dengan selera, belum tentu semua suka yang humoris seperti saya ðŸĪŠ). Tes rasa. Sebaiknya bumbu terasa sedikit lebih asin dari seharusnya (nanti akan tercampur air kukusan sehingga rasa asin berkurang).
  2. Marinasi ikan dori yang sudah bersih dengan sebagian bumbu di wadah tertutup, simpan di kulkas selama 15 menit. Tahap marinasi boleh dilewati, namun akan menyebabkan proses mengukus relatif lebih lama.
  3. Simpan ikan di wadah (piring, rantang, atau alumunium foil) dalam kukusan. Siram dengan sisa bumbu. Kukus ikan.
  4. Setelah +- 15 menit, cek kematangan ikan. Beri kecap asin jika perlu. Beri waktu jika ia ragu. Tambahkan daun bawang, tutup kembali sampai ikan matang. Yakinkan bahwa kita siap menunggu (ikannya matang).
  5. Sajikan dengan nasi, siram kuah bumbu agar lebih nikmat. Menu sehat siap disantap keluarga 😊

Kira-kira, menu mana yang lebih enak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s